Jangan Asal Zikir
Terjemahan dari Adz-Dzikr: Mi'r?j ar-Ruh wa Ladzdzah al-Muhibbin karya`Abdur Ras?l Muhammad
Penerjemah: Tholib Anis
Cetakan I, Shafar 1428 H/Maret 2007
ISBN: 978-979-1096-29-4
Hard Cover
Harga: Rp.69.000,00
Rp.58.650,00 Anda Hemat: Rp.10.350,00
Rasulullah saw. bersabda, "Maukah aku kabarkan kepada kalian suatu perbuatan paling baik, paling tinggi derajatnya, paling suci di sisi Tuhan kalian, yang lebih baik bagi kalian daripada dinar dan dirham, lebih baik daripada kalian bertemu musuh lalu kalian membunuh mereka atau mereka membunuh kalian ?" Para Sahabat menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Nabi bersabda, "Yaitu banyak berzikir kepada Allah."
Zikir merupakan ibadah yang tidak mengenal batas waktu dan bi¬langan; ia bisa dilakukan kapan saja, dengan berdiri, duduk, ataupun ber¬baring, dan dengan jumlah yang tak terbatas. Zikir adalah juga sarana untuk melakukan mi`raj ruhani dan melambungkan ruh manusia ke maqam yang lebih tinggi. Itulah sebabnya Allah menyebutkan tujuan diwa¬jibkannya shalat adalah untuk zikir atau mengingat-Nya: Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku (QS 20: 14). Mengingat begitu pentingnya zikir, maka la harus dipahami secara benar dan dilakukan dengan cara yang benar pula, agar diperoleh manfaat nyata dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi kita.
Buku ini memhahas keutamaan-keutamaan zikir dan berbagai hal yang berkaitan dengannya disertai berbagai dalil dari Alquran, hadis-hadis Nabi saw., dan ucapan-ucapan para ulama terkemuka. Tentu saja, kehadiran buku ini terasa amat penting dan tidak bisa diabaikan begitu saja bila kita ingin melakukan zikir dengan benar. Oleh sebab itu, jangan asal zikir atau berzikir asal-asalan. Hanya dengan berzikir secara benar kia bisa menjadi “teman duduk Allah”, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Qudsi, ”Aku duduk bersama orang yang berzikir kepada-Ku”.